Wikipedia

Hasil penelusuran

Selasa, 21 Juli 2026

Workshop Menulis FLP Malang Season 1: Membuka Gerbang Ide Kreatif Bersama Fauziah Rachmawati

 




Malang, Juli 2026 – Forum Lingkar Pena (FLP) Malang sukses menggelar Workshop Menulis Season 1 bertajuk “Unlock Your Ideas: Temukan Inspirasi Tanpa Batas” pada Jumat (10/7) secara daring melalui Zoom Meeting. Kegiatan yang diperuntukkan khusus bagi anggota FLP Malang ini menghadirkan Fauziah Rachmawati, pendidik, penulis, dan kreator konten, sebagai narasumber.

Workshop ini menjadi pembuka rangkaian kelas menulis FLP Malang yang bertujuan membantu para penulis menemukan, mengembangkan, dan mengelola ide kreatif menjadi karya yang menarik. Dalam pemaparannya, Fauziah menekankan bahwa ide sebenarnya hadir di sekitar kehidupan sehari-hari. Tantangan terbesar bukanlah kekurangan ide, melainkan kemampuan penulis untuk menangkap, mengolah, dan mengembangkannya menjadi tulisan yang bernilai.

“Setiap pengalaman, percakapan, pengamatan, bahkan hal-hal sederhana yang kita temui sehari-hari dapat menjadi bahan cerita jika kita melatih kepekaan dan kreativitas,” ungkap Fauziah dalam sesi penyampaian materi.

Salah satu materi yang mendapat perhatian peserta adalah teknik brainstorming sebagai cara untuk menggali dan memperluas ide. Fauziah memperkenalkan beberapa metode yang dapat digunakan penulis ketika mengalami kebuntuan atau membutuhkan perspektif baru dalam menulis.

Metode tersebut antara lain mind mapping, yaitu menghubungkan berbagai gagasan secara visual sehingga lahir hubungan-hubungan baru yang menarik. Selain itu, peserta juga diajak mencoba free writing, teknik menulis bebas tanpa berhenti selama beberapa menit untuk membebaskan pikiran dari hambatan dan memunculkan ide-ide yang tersembunyi.

Tidak hanya itu, Fauziah juga memperkenalkan teknik pengembangan ide melalui serangkaian pertanyaan kreatif yang membantu penulis melihat sebuah gagasan dari berbagai sudut pandang. Pendekatan ini memungkinkan sebuah ide sederhana berkembang menjadi cerita yang lebih kaya dan mendalam.

Suasana workshop berlangsung interaktif. Peserta aktif berbagi pengalaman mengenai tantangan yang mereka hadapi saat mencari inspirasi menulis, mulai dari kebuntuan ide hingga kesulitan mengembangkan gagasan menjadi tulisan utuh. Melalui diskusi dan sesi tanya jawab, peserta memperoleh berbagai strategi praktis yang dapat langsung diterapkan dalam proses kreatif mereka.

Melalui Workshop Menulis Season 1 ini, FLP Malang berharap para anggota semakin percaya diri dalam menggali potensi kreatif, menemukan inspirasi dari lingkungan sekitar, dan mengubah ide-ide sederhana menjadi tulisan yang berdampak.

Sebagai komunitas kepenulisan, FLP Malang terus berkomitmen menghadirkan ruang belajar yang produktif, kolaboratif, dan inspiratif bagi para penulis untuk bertumbuh bersama serta melahirkan karya yang bermanfaat bagi masyarakat.


Miracle of Love, Jangan Pernah Ragukan Nurani Arek Malang

 

Judul : Miracle of Love, Jangan Pernah Ragukan Nurani Arek Malang

Pengarang : FLP Malang 2021

Halaman : 179

Jenis Kertas : Book paper

 

Blurb :

 

Miracle of Love, Jangan pernah Ragukan Nurani Arek Malang adalah kumpulan kisah dari 13 penulis, mengisahkan keindahan, keberanian, dan kelincahan pena para penulis FLP Malang. Kami berharap hadirnya kumpulan cerpen ini mampu membangkitkan semangat Berbakti Berkarya Berarti, terutama dan terkhusus untuk para pujangga di FLP Malang. Kumpulan cerpen ini cocok dibaca saat pembaca ingin mengenal lebih jauh dan dekat tentang Malang, cinta, pengorbanan dari para punggawanya. Cerpen “Jangan Ragukan Nurani Arek Malang” menjadi sosok berani dan lugas mengulas nurani para arema, arek Malang. Selain itu, Miracle of Love adalah wujud cinta FLP Malang kepada FLP.


Profile FLP Malang

 



Forum Lingkar Pena (FLP) Malang adalah komunitas kepenulisan dan literasi yang menjadi bagian dari jaringan nasional Forum Lingkar Pena Indonesia. Berdiri sejak 22 November 2000, FLP Malang hadir sebagai ruang belajar, berkarya, dan bertumbuh bagi para penulis serta pegiat literasi di Malang Raya.

Selama lebih dari dua dekade, FLP Malang telah menjadi rumah bagi para penulis dari berbagai latar belakang untuk mengembangkan kemampuan menulis, memperluas wawasan, serta membangun jejaring yang produktif. Melalui berbagai kegiatan literasi, FLP Malang terus berupaya mendorong lahirnya karya-karya yang inspiratif dan memberikan dampak positif bagi masyarakat.


Profil Organisasi

Nama Organisasi : Forum Lingkar Pena (FLP) Malang

Tanggal Berdiri : 22 November 2000

Wilayah Kerja : Malang Raya

Bidang Kegiatan : Literasi, kepenulisan, pendidikan, pengembangan sumber daya manusia, dan pemberdayaan masyarakat melalui karya tulis.

Sekretariat Saat Ini : Perumahan BMW Insan Permata Malang Blok C2


Visi

Menjadi komunitas literasi yang inspiratif, produktif, dan berkontribusi dalam membangun peradaban melalui budaya membaca dan menulis.

Misi

  1. Mengembangkan budaya literasi di masyarakat.
  2. Meningkatkan kompetensi anggota dalam bidang kepenulisan.
  3. Menjadi ruang belajar dan kolaborasi bagi penulis dan pegiat literasi.
  4. Menghasilkan karya yang berkualitas dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
  5. Membangun jaringan kemitraan dengan berbagai lembaga pendidikan, komunitas, dan organisasi sosial.

Program dan Kegiatan

Kelas Kepenulisan

Pelatihan menulis untuk berbagai genre, mulai dari artikel, cerpen, novel, esai, naskah drama hingga penulisan digital.

Diskusi dan Bedah Buku

Kegiatan literasi yang menghadirkan penulis, akademisi, dan praktisi untuk berbagi wawasan serta pengalaman.

Pembinaan Anggota

Program pengembangan kapasitas anggota melalui mentoring, coaching, dan workshop secara berkala.

Penerbitan Karya

Mendorong anggota untuk menghasilkan karya yang dapat dipublikasikan melalui media massa, antologi, maupun buku mandiri.

Kolaborasi Literasi

Kerja sama dengan sekolah, kampus, perpustakaan, komunitas, dan lembaga lainnya dalam berbagai program pengembangan literasi.

Pengabdian Masyarakat

Kegiatan sosial berbasis literasi yang bertujuan meningkatkan minat baca dan budaya menulis di masyarakat.


Nilai-Nilai Organisasi

Berbakti

FLP Malang meyakini bahwa literasi adalah bentuk pengabdian kepada masyarakat. Melalui karya, ilmu, dan berbagai aktivitas literasi, anggota didorong untuk memberikan kontribusi nyata bagi lingkungan sekitar, bangsa, dan kemanusiaan. Menulis tidak hanya menjadi sarana ekspresi diri, tetapi juga bentuk bakti untuk menghadirkan gagasan, inspirasi, dan solusi yang bermanfaat.

Berkarya

Berkarya adalah ruh utama FLP Malang. Setiap anggota didorong untuk terus belajar, berlatih, dan menghasilkan karya terbaik dalam berbagai bentuk, seperti artikel, cerpen, novel, puisi, esai, maupun karya literasi lainnya. Semangat berkarya menjadi sarana pengembangan diri sekaligus kontribusi nyata dalam memperkaya khazanah literasi Indonesia.

Berarti

FLP Malang percaya bahwa setiap karya harus memiliki makna dan dampak. Karena itu, anggota tidak hanya didorong untuk produktif menghasilkan tulisan, tetapi juga menghadirkan karya yang mampu memberikan manfaat, menginspirasi perubahan positif, serta memperluas wawasan pembacanya. Menjadi berarti berarti menghadirkan kebermanfaatan bagi diri sendiri, komunitas, dan masyarakat lua


Kepemimpinan FLP Malang

Perjalanan FLP Malang didukung oleh estafet kepemimpinan yang terus menjaga semangat organisasi dari masa ke masa:

  • Abyz Wigati (2002–2003)
  • Hanif Acep (2003–2004)
  • Dadang Kriswanto (2004–2005)
  • Kukuh Santoso (2005–2008)
  • Faris Khoirul Anam (2008–2010)
  • Fauziah Rachmawati (2010–2013)
  • Mahfuzh Huda (2013–2014)
  • Dyah Wulandari (2014–2017)
  • Gunung Mahendra (2017–2019)
  • Anna Ilham (2019–2022)
  • Enten Miwayani (2022–2024)
  • Intan K. L. Asror (2024–Sekarang)

Penutup

Selama lebih dari dua dekade perjalanan, Forum Lingkar Pena (FLP) Malang telah menjadi bagian dari perkembangan gerakan literasi di Malang Raya. Berawal dari semangat untuk menghadirkan ruang belajar dan berkarya bagi para penulis muda, FLP Malang terus tumbuh menjadi komunitas yang tidak hanya melahirkan karya, tetapi juga membangun karakter, memperluas jejaring, dan menebarkan manfaat bagi masyarakat.

Di tengah perubahan zaman dan tantangan perkembangan dunia literasi, FLP Malang tetap berkomitmen untuk menjadi rumah bagi para penulis, pembaca, dan pegiat literasi yang ingin belajar, berkembang, dan berkontribusi. Melalui berbagai program, kolaborasi, dan karya yang dihasilkan, FLP Malang berupaya menghadirkan literasi sebagai sarana pemberdayaan, pendidikan, dan perubahan sosial yang positif.

Dengan berpegang pada nilai-nilai Berbakti, Berkarya, dan Berarti, FLP Malang meyakini bahwa setiap kata yang ditulis dapat menjadi jejak kebaikan, setiap karya dapat menjadi sumber inspirasi, dan setiap individu memiliki potensi untuk membawa perubahan melalui literasi. Semangat inilah yang akan terus menjadi fondasi perjalanan FLP Malang dalam melahirkan generasi penulis yang produktif, berintegritas, dan berdampak.

Kami percaya bahwa literasi bukan sekadar kemampuan membaca dan menulis, melainkan gerakan untuk membangun peradaban. Karena itu, FLP Malang akan terus membuka ruang kolaborasi, memperkuat budaya literasi, dan menghadirkan karya-karya yang memberi manfaat bagi masyarakat, bangsa, dan kemanusiaan.

Workshop Menulis FLP Malang Season 2: Intan K.L. Asror Ajak Peserta Menghidupkan Cerita dengan Teknik Show, Don’t Tell

 


Malang, Juli 2026 – Forum Lingkar Pena (FLP) Cabang Malang kembali menyelenggarakan Workshop Menulis Season 2 yang kali ini mengangkat tema “Show, Don’t Tell dan Karakter yang Hidup.” Kegiatan yang dilaksanakan secara daring melalui Zoom Meeting pada Jumat, 17 Juli 2026 ini menghadirkan Intan K.L. Asror, S.S., Ketua FLP Malang, sebagai pemateri.

Dalam sesi workshop, Intan mengajak peserta untuk memahami sekaligus mempraktikkan salah satu teknik penting dalam penulisan kreatif, yaitu show, don’t tell. Teknik ini membantu penulis menyampaikan emosi, suasana, dan karakter tokoh secara lebih kuat melalui tindakan, dialog, dan detail yang konkret, bukan sekadar menjelaskan secara langsung kepada pembaca.

“Pembaca akan lebih terhubung dengan cerita ketika mereka dapat merasakan dan menyimpulkan sendiri apa yang terjadi pada tokoh. Di sinilah pentingnya teknik show, don’t tell,” ujar Intan saat menyampaikan materi.

Tidak hanya berupa pemaparan teori, workshop juga dirancang secara interaktif. Setelah sesi materi, peserta dibagi ke dalam beberapa kelompok kecil melalui fitur breakout room. Dalam kelompok tersebut, peserta berdiskusi mengenai contoh-contoh penerapan show, don’t tell, mengidentifikasi bagian yang masih bersifat telling, lalu mengembangkan alternatif penulisan yang lebih hidup dan menggugah imajinasi pembaca.

Diskusi kelompok berlangsung dinamis karena setiap peserta memiliki kesempatan untuk berbagi pengalaman menulis, memberikan masukan, serta mengasah kemampuan analisis terhadap sebuah teks. Pendekatan kolaboratif ini diharapkan dapat membantu peserta memahami teknik menulis secara lebih mendalam melalui praktik langsung.

Setelah sesi diskusi selesai, setiap kelompok mempresentasikan hasil pembahasannya di ruang utama Zoom. Presentasi tersebut menjadi ajang bertukar perspektif sekaligus memperkaya wawasan peserta mengenai berbagai cara menerapkan teknik show, don’t tell dalam karya fiksi. Intan kemudian memberikan umpan balik dan penjelasan tambahan untuk memperkuat pemahaman peserta terhadap materi yang telah dipelajari.

Melalui workshop ini, FLP Malang berharap para anggotanya semakin terampil dalam membangun karakter yang kuat, menghadirkan adegan yang hidup, serta menciptakan cerita yang mampu meninggalkan kesan mendalam bagi pembaca.

Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen FLP Malang untuk terus menghadirkan ruang belajar, berbagi, dan bertumbuh bagi para penulis. Dengan semangat literasi dan kolaborasi, FLP Malang berupaya mendukung lahirnya karya-karya yang tidak hanya baik secara teknis, tetapi juga memiliki daya sentuh dan makna yang kuat.

(Humas FLP Malang)

Senin, 20 Juli 2026

FLP Malang Hadirkan “The Four Seasons Workshop” sebagai Wadah Upgrading Kemampuan Menulis Anggota


 Malang, Juli 2026 – Forum Lingkar Pena (FLP) Malang melalui Divisi Karya menyelenggarakan The Four Seasons Workshop, sebuah program pelatihan kepenulisan yang dirancang untuk meningkatkan kompetensi dan produktivitas anggota dalam berkarya. Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk komitmen FLP Malang dalam menghadirkan ruang belajar yang berkelanjutan bagi para penulis dan pegiat literasi.

Mengusung konsep pembelajaran bertahap, The Four Seasons Workshop menghadirkan empat sesi pelatihan dengan tema yang saling berkaitan, mulai dari menemukan ide, membangun karakter, menyusun alur cerita yang kuat, hingga menyempurnakan tulisan agar lebih efektif dan berkesan. Seluruh kegiatan dilaksanakan secara daring melalui Zoom Meeting dan menghadirkan pemateri yang berpengalaman di bidang kepenulisan.

Program ini merupakan salah satu agenda strategis Divisi Karya FLP Malang dalam mendukung pengembangan kapasitas anggota agar mampu menghasilkan karya yang semakin berkualitas dan relevan dengan kebutuhan pembaca.

Koordinator Divisi Karya FLP Malang, Sendang Pradani, menyampaikan bahwa kegiatan ini diharapkan dapat menjadi sarana peningkatan kualitas sumber daya anggota sekaligus memperkuat budaya belajar di lingkungan FLP Malang.

“The Four Seasons Workshop kami hadirkan sebagai ruang belajar dan bertumbuh bagi anggota FLP Malang. Harapannya, kegiatan ini dapat diikuti secara optimal oleh seluruh anggota sebagai upaya mengembangkan kemampuan menulis, memperluas wawasan kepenulisan, serta menjadi sarana upgrading anggota agar semakin produktif, kreatif, dan percaya diri dalam menghasilkan karya yang bermanfaat bagi masyarakat,” ujar Sendang Pradani.

Melalui rangkaian workshop ini, FLP Malang berharap dapat melahirkan lebih banyak penulis yang tidak hanya memiliki kemampuan teknis yang baik, tetapi juga mampu menghadirkan karya yang inspiratif dan berdampak. The Four Seasons Workshop menjadi bukti nyata komitmen FLP Malang dalam membangun ekosistem literasi yang terus berkembang dan berkelanjutan.

(AI/Humas FLP Malang)

FLP Malang dan FIS UM Perkuat Ekosistem Literasi melalui Workshop AI Writing


 Malang – Forum Lingkar Pena (FLP) Malang berkolaborasi dengan Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Malang (FIS UM) menyelenggarakan workshop kepenulisan bertajuk Level Up Your Writing: Kuasai Hook dan AI Writing di Era Digital pada Minggu (19/7) di My Dormy UMM, Malang. Kegiatan ini menjadi bagian dari program pengabdian kepada masyarakat yang bertujuan meningkatkan keterampilan menulis sekaligus memperkenalkan pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) secara bijak dalam proses kreatif.

Workshop diikuti oleh pelajar, mahasiswa, guru, penulis pemula, dan content creator yang antusias mendalami teknik menulis di era digital. Hadir sebagai narasumber, Ihwan Hariyanto, S.AP., praktisi Public Relations dan digital storyteller, serta Dr. Redy Eko Prastyo, S.Psi., M.I.Kom., Direktur UB Medcom.

Dalam sesi pertama, Ihwan Hariyanto membahas pentingnya membangun hook yang kuat untuk menarik perhatian audiens di tengah melimpahnya informasi digital. Menurutnya, kemampuan menulis menjadi fondasi utama dalam menciptakan konten yang mampu menyampaikan pesan secara efektif dan berkesan.

Sementara itu, Dr. Redy Eko Prastyo mengulas perkembangan AI dan peluang pemanfaatannya dalam dunia kepenulisan. Ia menegaskan bahwa AI dapat menjadi alat bantu yang mendukung produktivitas penulis, mulai dari pencarian ide hingga pengembangan draf tulisan. Namun, kreativitas, pengalaman, dan sudut pandang manusia tetap menjadi elemen yang tidak tergantikan dalam menghasilkan karya yang bermakna.

Kegiatan berlangsung interaktif melalui diskusi dan sesi tanya jawab. Peserta juga memperoleh penugasan sebagai tindak lanjut pembelajaran agar materi yang diperoleh dapat langsung dipraktikkan dalam karya tulis mereka.

Ketua Pelaksana Program, Kun Sila Ananda, menyampaikan bahwa kegiatan ini dirancang untuk memberikan manfaat yang tidak hanya bersifat teoretis, tetapi juga aplikatif.

"Kegiatan ini adalah salah satu bagian dari pengabdian masyarakat yang terselenggara atas kolaborasi antara Fakultas Ilmu Sosial UM dan FLP Malang. Saya berharap setelah mengikuti acara ini, para peserta tidak hanya mendapatkan ilmu, tetapi juga keterampilan praktis yang dapat diterapkan dan memberikan dampak positif. Semoga kolaborasi ini dapat terus berlanjut melalui berbagai kegiatan lainnya di masa mendatang," ujarnya.

Ketua FLP Malang, Intan K.L. Asror, turut menyambut baik kolaborasi yang terjalin antara FLP Malang dan FIS UM. Menurutnya, sinergi antara komunitas literasi dan institusi pendidikan menjadi langkah strategis dalam memperkuat budaya literasi di masyarakat.

"Kami sangat mengapresiasi kolaborasi ini karena menjadi wujud nyata sinergi antara dunia akademik dan komunitas literasi. FLP Malang berharap kerja sama seperti ini dapat terus berlanjut dan berkembang melalui berbagai program yang bermanfaat bagi masyarakat. Dengan kolaborasi yang berkelanjutan, kami optimistis upaya meningkatkan budaya literasi dan melahirkan lebih banyak penulis serta pegiat literasi di Malang dapat semakin kuat," tuturnya.

Kegiatan ditutup dengan sesi makan siang bersama yang berlangsung hangat dan penuh keakraban. Melalui kegiatan ini, FLP Malang dan FIS UM berharap dapat terus menghadirkan ruang belajar yang relevan dengan perkembangan zaman sekaligus memperkuat ekosistem literasi di Malang melalui kolaborasi yang berkelanjutan.

(AI/Humas FLP Malang)

Kamis, 19 Februari 2026

FLP Malang Kembali Percayakan Kepemimpinan kepada Intan K.L. Asror


Malang — Musyawarah Cabang (Muscab) VIII Forum Lingkar Pena Malang yang berlangsung pada Minggu, 15 Februari 2026, di SDIT Insan Permata Malang, secara resmi kembali memilih Intan K.L. Asror sebagai Ketua FLP Malang untuk periode kepengurusan berikutnya. Keputusan tersebut diambil secara aklamasi oleh seluruh peserta Muscab.

Sebelumnya, Intan telah mengemban amanah sebagai ketua pada periode lalu. Terpilihnya kembali Intan diharapkan dapat mendorong FLP Malang melakukan pembenahan terhadap berbagai kekurangan sebelumnya, sekaligus menguatkan program literasi dan kaderisasi penulis di kawasan Malang Raya.

Muscab VIII diawali dengan pembukaan oleh Pembina sekaligus pendiri FLP Malang, Abyz Wigati. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sambutan perwakilan Forum Lingkar Pena Jawa Timur yang disampaikan oleh Lita Lestianti, serta sambutan dari Ketua FLP Malang periode 2024–2026.

Agenda Muscab berikutnya adalah penyampaian Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) pengurus periode sebelumnya sebagai bahan evaluasi bersama. Setelah laporan diterima oleh forum, sidang Muscab secara mufakat kembali menetapkan Intan sebagai ketua dan mengesahkannya melalui keputusan aklamasi.

Dalam sambutannya, Intan menyampaikan bahwa amanah yang kembali dipercayakan kepadanya bukanlah tanggung jawab yang ringan. Meski demikian, ia menyatakan kesiapannya untuk menjalankan mandat tersebut dengan sebaik-baiknya. Ia menegaskan bahwa tanggung jawab kepemimpinan tidak hanya dipertanggungjawabkan di dunia, tetapi juga di akhirat. Selain itu, Intan berharap seluruh anggota FLP Malang dapat memberikan kontribusi aktif demi kemajuan FLP Cabang Malang ke depan. Ia juga mengajak seluruh anggota untuk terus berkolaborasi membangun organisasi yang semakin solid, produktif, dan memberi manfaat bagi masyarakat melalui karya-karya literasi.

Melalui hasil Muscab VIII ini, FLP Malang diharapkan dapat melangkah lebih dewasa dalam pengelolaan organisasi, memperbaiki tata kelola, serta memperluas kontribusi literasi di kalangan generasi muda maupun masyarakat umum.

FLP Malang Gelar Tarhib Ramadan, Buka Rangkaian Kajian Rutin Ramadan 1447 H

 

Forum Lingkar Pena (FLP) Malang menggelar kegiatan Tarhib Ramadan sebagai pembuka rangkaian Kajian Rutin Ramadan 1447 Hijriah. Kegiatan ini menjadi langkah awal FLP Malang dalam menyambut bulan suci Ramadan dengan persiapan spiritual sekaligus penguatan literasi bagi para anggotanya.

Tarhib Ramadan dilaksanakan secara daring melalui Zoom Meeting dan menghadirkan Ustad Abi Thalib, guru sekaligus penulis dari SD Insan Permata Malang, sebagai narasumber. Kegiatan ini digagas oleh Ketua FLP Malang, Intan K. L. Asror, sebagai bentuk ikhtiar bersama agar para anggota siap menjalani Ramadan, tidak hanya secara fisik, tetapi juga secara ruhiyah.

Dalam pemaparannya, Ustad Abi Thalib menyampaikan materi tentang level puasa, hal-hal yang dapat mengurangi bahkan membatalkan pahala puasa, serta pentingnya menghadirkan pesan dakwah dalam setiap karya tulis. Ia mengingatkan para penulis untuk menghindari tulisan yang bersifat memfitnah dan provokatif. Menurutnya, kisah-kisah dalam Al-Qur’an dapat menjadi sumber inspirasi yang kaya untuk diolah menjadi karya fiksi yang mengandung nilai edukatif dan spiritual.

Kegiatan yang berlangsung selama 90 menit ini berjalan khidmat dan interaktif. Para peserta aktif berdiskusi dan mengajukan pertanyaan yang dijawab secara lugas oleh narasumber, sehingga materi dapat dipahami dengan baik dan memberi tambahan wawasan bagi peserta.

Melalui kegiatan Tarhib Ramadan ini, FLP Malang berharap rangkaian Kajian Rutin Ramadan dapat menjadi sarana pembinaan ruhiyah dan intelektual bagi para penulis, serta mendorong lahirnya karya-karya yang membawa pesan kebaikan, dakwah, dan kemanusiaan selama bulan suci Ramadan.

Selasa, 18 November 2025

Kelas Kepenulisan 2 FLP Malang Kupas Tuntas Fiksi dan Nonfiksi secara Daring

Malang — Setelah sukses menyelenggarakan Kelas Kepenulisan 1 secara luring di SDIT Insan Permata Malang pada Ahad, 16 November 2025, Forum Lingkar Pena (FLP) Malang kembali melanjutkan rangkaian pelatihan melalui Kelas Kepenulisan 2 yang digelar secara daring pada Senin, 17 November 2025, melalui aplikasi Zoom Meeting.

Pada kelas kedua ini, peserta mendapatkan kesempatan untuk memperdalam dua ranah utama dalam dunia kepenulisan, yakni Fiksi dan Nonfiksi. FLP Malang menghadirkan dua pemateri kompeten di bidangnya, yaitu:

  • Mashdar Zainal, penulis  Nasional berpengalaman, yang membawakan materi Fiksi.

  • Nazlah Hasni, penulis nonfiksi dan penggiat literasi, yang mengisi sesi Nonfiksi.

Dalam sesi Fiksi, Mashdar Zainal mengajak peserta menyelami konsep pembangunan karakter, penguatan konflik, serta teknik menulis cerita pendek yang efektif. Pemateri juga memberikan contoh-contoh karya fiksi yang kuat secara teknik dan emosional, serta membimbing peserta menyusun ide cerita mereka sendiri.

Sementara itu, pada sesi Nonfiksi, Nazlah Hasni memaparkan struktur dasar tulisan nonfiksi, mulai dari menentukan angle, merancang outline, hingga memadukan data dan narasi agar tulisan tetap informatif namun tetap enak dibaca. Peserta juga diajak melakukan latihan membuat paragraf pembuka dan mengkritisi struktur tulisan mereka.

Meski dilakukan secara daring, kelas kedua ini berlangsung interaktif. Peserta aktif berdiskusi, bertanya, dan mengirimkan karya latihan singkat yang langsung mendapat umpan balik dari pemateri.

Kelas kepenulisan ini merupakan bagian dari rangkaian Open Recruitment FLP Malang 2025, yang bertujuan mencetak calon anggota yang tidak hanya mencintai dunia literasi, tetapi juga memiliki keterampilan teknis menulis secara fiksi maupun nonfiksi.


Kelas Kepenulisan 1 FLP Malang Hadirkan Pelatihan Blog dan kreator konten untuk Calon Anggota Baru

 Malang — Forum Lingkar Pena (FLP) Malang menggelar Kelas Kepenulisan 1 sebagai rangkaian kegiatan rekrutmen anggota baru tahun 2025. Kegiatan ini berlangsung pada Ahad, 16 November 2025, bertempat di SDIT Insan Permata Malang, dengan menghadirkan materi “Blog dan Konten Kreator” yang disambut antusias oleh peserta dari berbagai kalangan.

Kegiatan dibuka dengan sambutan dari perwakilan pengurus FLP Malang yang menekankan pentingnya literasi digital di era modern. FLP Malang ingin memastikan bahwa kader-kader baru tidak hanya mampu menulis secara konvensional, tetapi juga terampil memanfaatkan platform digital sebagai medium dakwah literasi.

Dalam sesi utama, pemateri menyampaikan langkah-langkah membangun blog yang menarik, cara menulis artikel yang efisien, serta strategi mengembangkan konten kreatif yang relevan dan berkelanjutan. Peserta juga diajak berlatih membuat kerangka artikel dan merancang konsep konten digital yang dapat diunggah ke berbagai platform seperti YouTube, Instagram, dan blog pribadi.

“Penulis masa kini harus adaptif. Blog dan konten kreator bukan sekadar ruang berbagi cerita, tapi juga medium dakwah literasi yang menjangkau lebih banyak orang,” ujar pemateri dalam sesi pemantik.

Selain materi inti, peserta mengikuti sesi diskusi dan praktik langsung yang membantu mereka mengevaluasi kualitas tulisan serta mempelajari teknik dasar optimasi konten agar lebih mudah ditemukan pembaca.

Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian Open Recruitment FLP Malang 2025, yang bertujuan melahirkan penulis-penulis muda berkarakter, produktif, dan berkontribusi bagi perkembangan literasi di Malang Raya. FLP Malang berkomitmen menyediakan ruang belajar yang hangat, progresif, dan mendorong anggota baru untuk terus berkarya.

FLP Malang berharap kegiatan ini dapat menjadi pintu awal lahirnya penulis-penulis inspiratif yang membawa semangat literasi berkeadaban.


Selasa, 17 Desember 2024

Sejarah FLP Malang

.




Awal Berdirinya FLP Malang

Forum Lingkar Pena (FLP) Cabang Malang resmi berdiri pada tanggal 22 November 2000 di Aula Akademi Keperawatan (Akper) yang berlokasi di Jalan Ijen, Kota Malang, yang kini menjadi bagian dari Politeknik Kesehatan (Poltekkes) Malang. Kehadiran FLP Malang merupakan respons atas semakin meningkatnya kebutuhan akan ruang kreatif dan pengembangan literasi bagi para penulis muda di Malang Raya.

Pendirian FLP Malang dipelopori oleh tiga tokoh yang memiliki visi yang sama dalam membangun budaya literasi, yaitu Abyz Wigati, Izzatul Jannah, dan Bahtiar HS. Ketiganya berkomitmen menghadirkan sebuah komunitas yang dapat menjadi tempat belajar, berdiskusi, dan berkarya bagi para penulis muda.

Sejak awal berdirinya, FLP Malang mengusung semangat untuk mengembangkan kemampuan menulis sekaligus menyebarkan nilai-nilai positif melalui karya. Komunitas ini diharapkan mampu menjadi wadah bagi para pegiat literasi untuk meningkatkan keterampilan kepenulisan, memperluas wawasan, serta membangun jaringan yang saling mendukung dalam dunia literasi.

Peran dan Kontribusi dalam Literasi

Dalam perjalanan lebih dari dua dekade, FLP Malang telah aktif menyelenggarakan berbagai kegiatan yang mendukung perkembangan literasi di Kota Malang dan sekitarnya. Kegiatan tersebut meliputi pelatihan menulis, diskusi buku, bedah karya, seminar literasi, penerbitan karya anggota, hingga berbagai program pengabdian masyarakat berbasis literasi.

FLP Malang tidak hanya berfokus pada penulisan kreatif seperti cerpen, novel, dan puisi, tetapi juga memberikan ruang bagi pengembangan kemampuan menulis di bidang lain, seperti jurnalistik, esai, opini, dan kritik sastra. Melalui berbagai program tersebut, FLP Malang terus berupaya melahirkan penulis yang produktif, berintegritas, dan mampu memberikan kontribusi positif bagi masyarakat.

Perjalanan Sekretariat FLP Malang

Perkembangan FLP Malang juga tercermin dari perjalanan sekretariat yang menjadi pusat aktivitas organisasi dari masa ke masa.

2000–2008

Pada masa awal berdiri, sekretariat FLP Malang beralamat di Terusan Ambarawa No. 52A, Malang. Tempat ini menjadi pusat kegiatan komunitas, mulai dari pertemuan rutin anggota, diskusi kepenulisan, hingga berbagai pelatihan dan workshop literasi.

2009–2013

Seiring berkembangnya organisasi, pada 26 Januari 2009 sekretariat dipindahkan ke Perpustakaan Umum dan Arsip Kota Malang yang berlokasi di Jalan Ijen No. 30A, Malang. Keberadaan sekretariat di lingkungan perpustakaan memberikan peluang yang lebih besar bagi FLP Malang untuk berinteraksi dengan masyarakat luas dan memperkuat perannya dalam ekosistem literasi kota.

2015–2021

Pada tahun 2015, sekretariat kembali berpindah ke Perum Taman Embong Anyar 2 Blok H-11, Malang. Lokasi ini menjadi pusat koordinasi berbagai program organisasi sekaligus ruang berkumpul bagi para anggota.

2022-2025

Memasuki tahun 2022, sekretariat FLP Malang berpindah ke Rumah Baca Hakky yang berlokasi di Jalan Candi Panggung, Malang. Perpindahan ini semakin memperkuat sinergi antara komunitas literasi dan masyarakat melalui berbagai kegiatan edukatif dan pengembangan budaya baca.

2026–Sekarang

Setelah itu, markas kegiatan FLP Malang berpindah ke Perumahan BMW Insan Permata Malang Blok C2. Lokasi ini menjadi pusat aktivitas organisasi hingga saat ini dan mendukung pelaksanaan berbagai program literasi, pelatihan kepenulisan, serta kolaborasi dengan komunitas dan lembaga lain di Malang Raya.

Perjalanan perpindahan sekretariat tersebut menunjukkan dinamika dan perkembangan FLP Malang dalam menyesuaikan diri dengan kebutuhan organisasi, sekaligus menjadi bukti komitmen untuk terus hadir dan berkontribusi dalam penguatan budaya literasi di masyarakat.

Kepengurusan FLP Malang dari Masa ke Masa

Keberlangsungan FLP Malang tidak terlepas dari dedikasi para pengurus yang telah memimpin dan mengembangkan organisasi selama lebih dari dua dekade. Berikut daftar ketua FLP Malang dari masa ke masa:

PeriodeKetua
2002–2003Abyz Wigati
2003–2004Hanif Acep
2004–2005Dadang Kriswanto
2005–2008Kukuh Santoso
2008–2010Faris Khoirul Anam
2010–2013Fauziah Rachmawati
2013–2014Mahfuzh Huda
2014–2017Dyah Wulandari
2017–2019Gunung Mahendra
2019–2022Anna Ilham
2022–2024Enten Miwayani
2024–SekarangIntan K. L. Asror

Melalui estafet kepemimpinan yang berkelanjutan, FLP Malang terus tumbuh sebagai komunitas literasi yang aktif, adaptif, dan relevan dengan perkembangan zaman. Dengan semangat berkarya, belajar, dan berbagi, FLP Malang berkomitmen untuk terus menjadi rumah bagi para penulis serta penggerak literasi di Malang Raya.




Sabtu, 29 Juni 2024

Empat Unsur dalam Feature

Sumber Gambar: (Judit Peter/pexels.com)

Terkadang ketika membaca berita kita dibawa emosi. Kesal dengan kelakuan pelaku kejahatan. Geram dengan para pencuri. Atau bahkan menangis kasihan dengan kondisi hidup orang lain.

Di dalam non fiksi tulisan tersebut disebut feature (baca : ficer). Feature menggabungkan berita dengan opini. Di dalamnya mengandung human interest dan memiliki gaya penulisan yang bisa dikategorikan sebagai sastra.

Contohnya?

Kini Mobil Listrik Harus Berknalpot
Jalan-Jalan ke Sana'a
Peneliti Indonesia Kaya Raya 


 Ada opini atau pendapat yang dimasukkan ke dalam berita tersebut. Baik atas nama pribadi maupun organisasi, feature akan mengarahkan pembaca pada satu topik khusus. Maka dari itu sangat normal jika suatu feature penulisannya sangat subyektif. Penulis berusaha menghadirkan perspektif baru dalam sebuah kasus. Sehingga didapatkan cara pandang yang lebih luas. Namun mayoritas feature bertujuan sesuai dengan afiliasi penulis maupun komunitasnya. Misalkan saja FLP Malang diberikan berita tentang korupsi. Fokus utamanya bukan lagi bagaimana koruptor dihukum berat. Melainkan akan mengarah ke kepenulisan. Seperti bagaimana hubungan budaya korupsi dengan minat baca masyarakat.

Feature memiliki empat unsur, di antaranya adalah:

  1. Fakta atau berita lunak
    Ini merupakan unsur utama yang akan dibahas penulis. Kasus yang akan menjadi sorot utama. Di dalam mengambil berita tak bisa sembarangan sesuai keinginan penulis. Harus sesuai berdasarkan fakta yang ada.
  2. Opini atau pendapat dan perspektif penulis
    Dalam hal ini penulis bebas mengarahkan tulisannya. Di sini kita bisa mempermak fakta yang ada agar menguntungkan kita. Atau kata lainnya kita bisa mengambil sudut lain dalam sebuah permasalahan, dengan tambahan-tambahan opini atau perspektif penulis.
  3. Sastra
    Kenapa tulisan non fiksi harus menggunakan sastra? Menulis feature itu seperti kita menulis sebuah cerita namun berdasarkan fakta yang ada serta informatif. Sehingga sastra digunakan untuk menarik pembaca.
  4. Human Interest
    Untuk menghibur dan menggugah emosi pembaca. Ada bagian-bagian dalam berita yang lebih ditonjolkan, demi menyentuh sisi manusiawi pembaca. Maka dari itu feature lebih mengarah ke berita yang melalui perasaan daripada logika.
*Tulisan latepost, dan ditulis oleh muchtarps