Empat Unsur dalam Feature

Sumber Gambar: (Judit Peter/pexels.com)

Terkadang ketika membaca berita kita dibawa emosi. Kesal dengan kelakuan pelaku kejahatan. Geram dengan para pencuri. Atau bahkan menangis kasihan dengan kondisi hidup orang lain.

Di dalam non fiksi tulisan tersebut disebut feature (baca : ficer). Feature menggabungkan berita dengan opini. Di dalamnya mengandung human interest dan memiliki gaya penulisan yang bisa dikategorikan sebagai sastra.

Contohnya?

Kini Mobil Listrik Harus Berknalpot
Jalan-Jalan ke Sana'a
Peneliti Indonesia Kaya Raya 


 Ada opini atau pendapat yang dimasukkan ke dalam berita tersebut. Baik atas nama pribadi maupun organisasi, feature akan mengarahkan pembaca pada satu topik khusus. Maka dari itu sangat normal jika suatu feature penulisannya sangat subyektif. Penulis berusaha menghadirkan perspektif baru dalam sebuah kasus. Sehingga didapatkan cara pandang yang lebih luas. Namun mayoritas feature bertujuan sesuai dengan afiliasi penulis maupun komunitasnya. Misalkan saja FLP Malang diberikan berita tentang korupsi. Fokus utamanya bukan lagi bagaimana koruptor dihukum berat. Melainkan akan mengarah ke kepenulisan. Seperti bagaimana hubungan budaya korupsi dengan minat baca masyarakat.

Feature memiliki empat unsur, di antaranya adalah:

  1. Fakta atau berita lunak
    Ini merupakan unsur utama yang akan dibahas penulis. Kasus yang akan menjadi sorot utama. Di dalam mengambil berita tak bisa sembarangan sesuai keinginan penulis. Harus sesuai berdasarkan fakta yang ada.
  2. Opini atau pendapat dan perspektif penulis
    Dalam hal ini penulis bebas mengarahkan tulisannya. Di sini kita bisa mempermak fakta yang ada agar menguntungkan kita. Atau kata lainnya kita bisa mengambil sudut lain dalam sebuah permasalahan, dengan tambahan-tambahan opini atau perspektif penulis.
  3. Sastra
    Kenapa tulisan non fiksi harus menggunakan sastra? Menulis feature itu seperti kita menulis sebuah cerita namun berdasarkan fakta yang ada serta informatif. Sehingga sastra digunakan untuk menarik pembaca.
  4. Human Interest
    Untuk menghibur dan menggugah emosi pembaca. Ada bagian-bagian dalam berita yang lebih ditonjolkan, demi menyentuh sisi manusiawi pembaca. Maka dari itu feature lebih mengarah ke berita yang melalui perasaan daripada logika.
*Tulisan latepost, dan ditulis oleh muchtarps

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kelas Kepenulisan 1 FLP Malang Hadirkan Pelatihan Blog dan kreator konten untuk Calon Anggota Baru

Tentang FLP Malang

FLP Malang Kembali Percayakan Kepemimpinan kepada Intan K.L. Asror